3 Metode Membuat Api Unggun di Gunung (Leave No Trace)

Pengalaman naik gunung menjadikan kami mengerti ternyata ada bermacam tipe pendaki gunung. Satu diantaranya ialah yg hobi menyalakan api unggun di lokasi camping. Namun tak semua orang mengetahui metode membuat api unggun yang benar.

Apa sih manfaat api unggun?

Manfaatnya buat menghangatkan badan serta area sekeliling tenda. Begitupun buat menghindarkan pendaki daripada ancaman hewan buas.

Walaupun begitu, pendaki mesti mengerti aturan menyiapkan api unggun yg betul supaya tak menyebabkan kebakaran.

Terdapat 3 Metode Membuat Api Unggun di Gunung
yang direkomendasikan

Metode ini dinamakan Leave No Trace, metode ini dinilai lebih safe serta bisa mengurangi resiko kebakaran.

1. Metode Lingkaran Api (Fire Ring)

Yg mesti dilakukan ketika membuat api unggun dgn metode fire ring ialah teman-teman wajib menyiapkan lubangnya dulu.

Garis tengah si lubang dapat teman-teman tentukan mengikuti kebutuhan, yakni sebesar apa api yg mau teman-teman buat.

Sebaiknya jangan begitu besar. Bila teman-teman cuman beberapa orang, cukuplah siapkan lubang dengan garis tengah 50 sampai dengan 60cm. Buat sedalam 10 hingga 15cm saja kedalaman lubangnya.

Baca juga: Tempat Camping di Bogor yang Bagus

Bila lubang telah siap, teman-teman dapat segera menyiapkan kayu maupun ranting untuk bahan membuat api. Kemudian bakarlah ranting tsb di lubang yg telah dibuat.

Perhatikan, buat api berjauhan dari pohon-pohon agar terhindar dari ancaman kebakaran hutan. Teman-teman pun wajib mengawasi api supaya tak teramat besar.

Bila dirasa telah cukup dgn api yg teman-teman buat, secepatnya padamkan api dgn siramkan air hingga betul-betul padam.

Kemudian tutupi lagi lubang tersebut dgn tanah yang tadi bekas membuat lubangnya itu sendiri. Dgn demikian api takkan nyala lagi, serta keadaan lokasi camping bakal jadi bersih kembali sebagaimana awalnya.

2. Metode Panci Api (Fire Pan)

Bila teman-teman ingin menyalakan api unggun dgn metode ini, sebaiknya teman-teman telah membawa si pancinya sebelum naik gunung.

Pancinya dibuat daripada bahan yg tak gampang terbakar. Contohnya alumunium serta seng. Garis tengah panci tak mesti yang besar banget, cukuplah yang 40 hingga 50cm saja.

Untuk menyalakan apinya, susun dulu kayu bakarnya menyerupai piramida. Setelah kayu menyala, jangan sampai ada kayu yang keluar dari panci agar terhindar dari resiko kebakaran.

3. Metode Gundukan Api (Mound Fire)

Metode ini sering digunakan plus gampang untuk membuatnya.

Pertama siapkan dulu salah satu dari bahan berikut yang akan digunakan sebagai alas, yakni: plastik besar, karung bekas ataupun lembar alumunium foil. Ukuran alas ini makin besar makin bagus.

Kumpulkan batu kerikil, tanah maupun pasir serta letakkan di alas. Sedapat mungkin ga usah membuat galian tanah, cukup kumpulkan dari gundukan tanah yang alami saja. Misalkan gundukan tanah disekitar pohon yang tumbang.

Buat tanah maupun pasir semerata mungkin di atas alas. Lebih tebal lapisan tanahnya lebih baik. Buat agar lapisan tanah lebih luas dibanding area nyala api. Ini berfungsi untuk menghindari adanya bara api yang terlontar dari kayu bakar.

Siram api setelah selesai, sebarkan tanah dan bawa pulang alasnya.

Sebagai catatan, kita musti meningkatkan kewaspadaan disaat membuat api unggun di musim kemarau ya. Di musim kemarau ini mudah terjadi kebakaran hutan sedangkan untuk memadamkannya sangat susah.

Bila tak terlalu dibutuhkan jangan membuat api unggun.

Kembali ke homepage Camping Ground Bogor Murah Wisata Gunung Ciung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here